Otot emosi – otot tubuh

otot
Sering kali kita olahraga tapi kebanyakan orang banyak yang tidak tahu bagaimana proses pembentukan otot agar lebih cepat dan efektif. Ternyata ketika kita berolahraga, misalnya push up, pada saat kita push up cobalah melakukan sampai otot benar terasa sangat sakit atau paksakan karena ternyata proses kerjanya seperti ini, otot mempunyai serat, pada saat otot ini merasakan kesakitan bahkan melebihi kekuatan otot itu seharusnya maka serat otot akan pecah sehingga akan digantikan oleh serat otot baru yang lebiih kuat. Oleh karena itu terbentuklah otot yang lebih kuat dari sebelumnya.
Ternyata Prinsip pembentukan otot di atas sama dengan pembentukan otot emosi manusia. Semakin kuat pengendalian emosi kita semakin kuat pula otot emosi kita. Seseorang yang tidak dapat menahan amarahnya dan dia selalu meledak ledak pada saat ada kejadian yang membutnya kesal adalah contoh pengendalian emosi yang buruk. Otot emosi kita akan berkembang menjadi lebih kuat ketika kita dapat menahan seluruh emosi yang ada pada saat keadaan yang memungkinkan kita akan marah samapi mencapai limmit pun kita dapat menahan emosi kita maka otot emosi akan pecah dan digantikan dengan yang baru sehingga kekuaatannya pun bertambah dan bisa untuk mengendalikan diri ke tahap selanjutnya.
Otot emosi akan berkembang menjadi lebih kuat ketika kita dapat menahan seluruh emosi yg ada.
Mo nanya niyh,
Apakah emosi disini adalah emosi marah atau keseluruhan emosi termasuk sedih,haru,bahagia.
Mohon penjelasanya ya Ridwan.
Trimakasih.
Maaf baru membalas, saya off selama beberapa bulan, karena banyak kesibukan,
oke laila..
disini emosi yang lebih ditekankan adalah ketika kita sedang marah.. tapi itu berlaku juga untuk emosi senang dan lain-lain. Jika kita terlalu senang dan tidak ada pengendalian dalam diri kita maka kita akan menjadi lebih sulit senang dibanding sebelumnya karena standar kita mejadi sudah naik menjadi tingkat yang lain.
saya anjurkan agar kamu dapat mengendalikan seluruh emosimu.. terutama kemarahan..
thanks for your comment
wah artikel yang sangat menarik. saya suka analoginya. sebuah pandangan baru ttg pengolahan emosi.
wah.. maap baru menanggapi, baru buka lagi, uda lama vakum,, yup terima kasih y komeennya.. ^^