Tips Untuk Orang Tua

Family
Tips Untuk para Orang tua
Perlu diketahui bahwa hiperaktivitas bukanlah gejala yang ditimbulkan berdasarkan unsur psikologis. Tetapi sering kali hiperaktivitas disebabkan karena faktor fisiologis. Makanan yang mengandung gula, kafein, atau zat lain yang dapat menyebabkan alergi (Bahkan gandum, beras, dan susu juga termasuk ) dapat menimbulkan kerusakan psikologis yang besar pada anak, sehirup coca cola pada anak kecil sama saja dengan 3 kaleng coca cola pada orang dewasa bahkan menimbulkan gejala yang sama.
Pada dasarnya ada 2 unsur penting dalam bekerjasama dengan anak ataupun orang dewasa, yaitu :
1. Berikan ia kekuasaan
Sering kali orang tua sangat kerepotan untuk meminta anaknya melakukan sesuatu. Ada cara yang aterbukti sangat efektif. Berilah dia pilihan. Ajadikan ia sebagai bagian aktif dalam mengambil suatu peranan. Misal daripada anada bilang ke anak anda, “ Nak ayo makan !! “,
lebih baik anda bilang, “ nak kamu mau makan sambil nonton tv atau sambil maen ps di kamar ?”. Ini akan memberikan anak anda kekuasaan untuk memilih.
Penelitian mengatakan bahwa Narapidana yang diberikan keleluasaan untuk mengatur letak tempat tidurnya sendiri, mematikan dan menyalakan lampunya sendiri, menyetel setelan tv sendiri, akan berkelakuan lebih baik daripada yang tidak diberikan akebebasan untuk mengaturnya. Penelitiaan juga mnunjukkan bahwa NAPI yang diberikan kekuasaan untuk itu mengalami tingkat stress yang lebih rendah.
Bagi anak yang terlalu dikekang akan menimbulkan dampak terhadap caranya menanggapi hidup ini. Ia akan berpandangan bahwa ia tidak berkuasa atas kehjadian buruk yang terjadinya. Sebaliknya yang terlalu diberi kekuasaan ia akan kehilangan pengendalian diri terutama dalam hal waktu, sering membantah, dan bertindak sewenang wenang
2. Menggunakan argumen berdasarkan emosi
Kebanyakan orang tua memberikan arumen kepada anaknya dengan bersifat logika. Padahal itu tidak akan ada pengaruhnya bagi anak. Ubahlah anak anda dengan emosi bukan dengan logika. Biasanya orang tua akan mengatakan kepada anaknya, “ sikatlah gigimu agar gigimu tidak berlubang”, tapi cobalah katakan,” ayo sikat gigimu agar kamu bisa makan makanan yang kamu sukai.”
Ketika mengatakan gigimu akan berlubang karena tidak menggosok gigi, itu tidak akan berpengaruh pada anak. Akan tetapi ketika mengatakan ia dapat makan-makanan yang ia sukai, emosinya akan naik.